
Seperti biasa, bila PERSIJA yang berlaga di stadion lebak bulus atau gelora bung karno seketika berubah menjadi Orange dengan hitam atau warna-warna lainnya. Tak ada tempat tersisa semuanya tertutupi oleh titik titik Orange hitam yang bergabung membentuk lautan Orange, mendebarkan, menggairahkan dan membuat siapapun merinding, apalagi ketika kalimat "kami adalah thejak mania" kompak keluar dari mulut puluhan ribu Thejak mania yang hadir membentuk sebuah koord yang berenergi kemenangan.
Tapi dari balik aura cinta dan fanatisme itu serasa ada yang kurang, yang juga saya temukan ada banyak keributan antar sesama. Dan ada pula lagu yang beraromakan rasis banyak yang mengatas namakan pengurus thejakmania tapi tidak pernah mau menindak bagi para pembuat onar seakan mereka tidak tahu apa yang terjadi saya pikir ini kurang memberikan contoh kepada anggotanya. Banyak anggota baru mereka harusnya mendapatkan pengarahan untuk bertindak , jangan pernah merasa benar atas diri sendiri kita harus melihat apa kekurangan kita.
Saran dan Kritik itu jangan di jadikan masalah untuk bersikap lebih dewasa akan lebih hebat lagi bila seluruh organisasi yang mengatas namakan thejak mania atau persija lover's semua bergabung menjadi satu pemikiran yang solid jangan jadi ada masalah apabila muncul nama-nama baru yang mengatas namakan Persija Lover's atau the jakmania harus nya semua berfikir kalau banyak nama-nama seperti itu harus nya kita bangga berarti banyak yang cinta terhadap persija cobalah untuk lebih bersatu saya teramat sedih apabila ada kata-kata hujatan terhadap sesama.
Untuk lebih baik nya coba kita buktikan kepada suporter lain klo kita itu solid dan bersatu demi PERSIJA jangan pernah terprovokasi tehadap kata-kata saya yakin PERSIJA juara tapi tanpa dukungan dari kita semua PERSIJA bukan apa-apa.



